Assallamu allaikum wr wb

Alhamdulilah ashadualla ilaha ilallah wa asha duana Muhammadarasululoh Allohuma soli wasalim ala rosulilahi solallahu alaihi wasalam wa ala alihi wa sohbihi waman tabiahu bi ihsanin ila yaumidin, ama ba’du.
Segala puji dan sukur hanya milik Allah, dan semoga salawat dan salam serta keselamatan semoga tetap tercurah terlimpahkan kepada mahluk pilihan Allah junjunan kita baginda naabi besar Muhammad saw dan kepada keluarganya, sahabatnya, serta umatnya yang mengikuti sunahnya sampai yaumil akhir amin ya robal alamin….
Kita sebagai seorang suami adalah pemimpin bagi istri kita dan wajib mendidik istri dan anak-anak kita selain itu kita harus memberi nafkah kepada mereka dari yang halal baik nafkah lahir atau batin, sedikit saya akan memaparkan tentang kewajiban seorang istri.
Diterangkan dalam surat annisa ayat 34 yang artinya :” kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka, sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuz-nya(Nusyuz=meninggalkan kewajiban bersuami istri. Nusyuz dari pihak istri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya), maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka ditempat tidur mereka, dan pukulah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah maha tinggi lagi maha besar.

Ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa sa’ad bin rabi al-ansari memukul istrinya (Putri Muhammad bin maslamah) ia mengadu kepada Rosulluloh saw, dan pengaduannya diterima kemudian turunlah jibril dengan membawa wahyu berikut :

“Kaum pria adalah bertanggung jawab atas kaum wanita (dengan artian pria/suami berhak mengatur urusan kaum wanita/istri dan mendidik mereka)”
jadi kita sebagai seorang suami sudah tentu mempunyai kewajiban dalam segala hal didalam rumah tangga, mendidik mereka, mendidik agamany, yang didalamnya adalah yang utama ibadah dan kewajiban istri tersebut kepada suaminya dan seorang istri haruslah memenuhi perintah suaminya selama perintah itu tidak melanggar hukum agama dan bersifat merugikan dirinya.
Dari : Abu Hurairah. Ra, Nabi Saw Bersabda :
“Seorang istri yang terbaik yaitu yang menggembirakan hatimu ketika dipandang, setia kepadamu, kalau disuruh segera melaksanakan perintahmu, dan pandai memelihara kehormatan dirinya, pandai menjaga hartamu ketika engkau pergi kemudian beliau saw, membaca al-qur’an surat annisa 34”
Dan dalam hadist lain dikatakan dari Abdullah bin mas’ud, Nabi Saw bersabda : “Ketika seorang istri mencuci pakaian suaminya maka Allah menentukan 1000 kebaikan untuknya, mengampuni 2000 kesalahannya dan dimohonkan ampun oleh semua mahluk yang disinari matahari serta ditingkatkan derajatnya 1000 tingkat (H.R. Abu Mansur dalam Misnad Firdaus)”
Jadi kita seorang istri tidak ada alasan kepada perintah suami karena hal itu sudah kewajiban istri da ditambah lagi pahala yang begitu besar kepada istri sebagai balasan berbakti kepada suami, dan dalam hadis tadi jelas begitu besar pahala yang dijanjikan, tetapi sebalikny apabila kita seorang istri tidak patuh apalagi sering menyakiti hati suami, ataupun sering sekali dia menolak atau melontarkan kata-kata yang jelek sekaligus menjadi suami sedih hatinya dalam hadis dikatakan bahwa, Rosululloh saw, bersabda : “Seorang istri yang acuh dan bermuram durja dihadapan suaminya, sehingga mengakibatkan suaminya bersedih hati maka dimarahi Allah, kecuali jika segera mengeluarkan senyum simpul yang melegakan hati suaminya.
Dikatakan dalam hadist lain bahwa Rosulluloh saw bersabda : “Seorang istri yang memaksa suaminya menjadi sedih akibat urusan nafkah atau membebaninya diluar kemampuan suami maka Allah tidak menerima kesetiaan dan keadilannya”
Jadi jelaslah bahwa didalam hadist dijelaskan semuanya dan apabila diantara kita suami masih leha-leha janganlah kita betife bulus, bergegaslah dari sekarang tidak ada kata terlambat untuk kita mendidik istri dan anak-anak kita karena itu sudah tanggung jawab kita.
Ingat seorang istri yang sudah dididik tetapi masih juga keras kepala maka Allah akan murka padanya, diriwayatkan dalam hadist nabi saw bersabda :”pada malam isra mi’raj rosul saw melihat wanita yang tengah menjalani siksa berat kemudian fatimah bertanya, “siapakah mereka itu ya rosul?” kemudian rosul menjawab “aku telah melihat wanita digantung diri rambutnya dan otaknya mendidih, wanita digantung lidahnya kedua tangannya lepas dari punggungnya, dan air zakum digelogokan lewat mulutnya, wanita digantung buah dadanya dari balik punggungnya dan air zakum digelogokan lewat mulut (tenggorokannya), wanita digantung kedua kaki dan tangannya hingga ubun-ubun kepalanya ular dan kala menggelutinya dan wanita tengah menyantap dagingnya sendiri dibawah kobaran api yang menyala-nyala dan wanita yang tengah asik menggunting daging tubuhnya sendiri dengan gunting api neraka, dan wanita yang berparas buruk tengah menyantap ususnya sendiri, dan wanita yang buta pekak bisu dalam peti api neraka darah mengalir dari rongga-rongga tubuhnya yang diserang penyakit kusta dan lepra juga wanita berkepala babi/rusa bertubuh keledai tengah menjalani sejuta macam siksa, dan wanita persis anjing, alat vital dan mulutnya dilintasi ular-ular dan kala yang keluar lewat jalan belakang/duburnya, para malaikat menjatauhkan pukulan palu besar dari neraka.
Selanjutnya Rosul saw bersabda :tk
“seorang istri yang ucapannya menyakitkan suaminya maka kelak dihari kiamat mulutnya disobek lebar-lebar , kira-kira 70 dzira-k lalu diikatkan kebalik lehernya”
Itulah siksa yang diderita oleh seorang istri yang suka membiarkan menghias rambutnya supaya dilihat orang lain/tidak menutupi rambutnya tidak berkerudung n atau berjilbab dan istri yang suka manaengucapkan kepada suaminya dengan kata-kata kotor yang menyakitkan suami.
Adaplaiun wanita yang digantung buah dadanya adalah akibat menyusui anak orang lain tanpa izin suaminya, dan waniita yang diikat kakinya akibat keluar rumah tanpa seizin suaminya, sehabis datang bulan sudah suci tidak mandi zunub atau sesudah melahirkan anak, sedangkan wanita yang menyantap daging tubuhnya sendiri adalah, akibat suka menonjolkan diri dihadapan umum untuk menarik simpati mereka, dan wanita yang diikat kedua kakinya dan tangannya adalah akibat mengabaikan shalat 5 waktu dan tidak mandi jinabat, dan wanita yang berkepala babi/rusa adalah akibat suka mengadu domba dan berdusta, dan wanita yang persis anjing adalah akibat suka memfitnah dan memarahi suaminya.
Wallohu alam bi’murodih Naudzu billahi mindzalik
Tidak ada kata terlambat bagi kita seorang suami untuk terus menasehati, mendidik, membimbing istri kita dari azab Allah ta’ala, dan seorang istripun tidak ada kata terlambat untuk mulai merobah sifat, sikap dan akhlak tingkah dan laku kepada suami, kalaupun berat untk melakukannya ingatlah azab yang pedih dari Allah, dan ingatlah hidup kita ini selalu dikuntit, diintai oleh malaikat maut, maka kita sebagai seorang suami jangan leha-uleha karena semuanya akan dimintai pertanggung jawabannnya.
Lembutkanlah hati kita jangan sampai keras tidak bisa dinasehati karena sesungguhnya seorang muslim yang soleh solehah hatinya lembut mudah diarahkan mudah dijinakan.

Akhir kata semoga kita semua diberi taufik dan hidayah, diberikan jalan kemudahan untuk kita seorang suami mendidik istri kita toh tentunya hasil dan buahnya untuk kita juga keluarga kita, jadi intinya kita seorang istri yang solehah kita harus taat kepada suami dan menjalankan perintahnya dan sudah tentu bila kita taat maka pahala dari Allah pun begitu besar agar kita selamat didunia dan akhirat amiin ya Allah ya muzibas sa’ilin
Wassallamu allaikum wr wb

Subang, Jum’at, 13 Mei 2010

Anwar. s