Bismilahirohmanirrohim
Assallamu allaikum wr wb

Alhamdulilah ashadualla ilaha ilallah wa asha duana Muhammadarasululoh Allohuma soli wasalim ala rosulilahi solallahu alaihi wasalam wa ala alihi wa sohbihi waman tabiahu bi ihsanin ila yaumidin, ama ba’du.
Segala puji dan sukur hanya milik Allah, dan semoga salawat dan salam serta keselamatan semoga tetap tercurah terlimpahkan kepada mahluk pilihan Allah junjunan kita baginda nabi besar Muhammad saw dan kepada keluarganya, sahabatnya, serta umatnya yang mengikuti sunahnya sampai yaumil akhir amin ya robal alamin….

Dari Abu Hurairah r.a. Nabi Saw :
Artinya : Siapa menempuh jalan menuju ilmu pengetahuan pasti Allah menyalurkannya jalan menuju Sorga, sesungguhnya para penghuni langit dan bumi serta ikan-ikan dilautan semua beristigfar memohonkan ampun bagi orang alim sebab para ulama adalah pewaris para nabi.

Dari Abu Hurairah r.a. Nabi Saw :
Artinya : Siapa menempuh jalan menuju ilmu pengetahuan pasti Allah menyalurkannya jalan menuju Sorga, sesungguhnya para penghuni langit dan bumi serta ikan-ikan dilautan semua beristigfar memohonkan ampun bagi orang alim sebab para ulama adalah pewaris para nabi.
Dari hadist diatas kita simak bersama bahwa barang siapa yang mau mencari/menuntut ilmu maka Allah membukakan/menunjukan jalan ke surga bahkan, Allah memberi petunjuk bagi mereka yang mau belajar atau menuntut ilmu dan yanag pastinya ilmu yang tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri, dalam hadist lain dikatakan Rosululloh bersabda : “Siapa yang mempelajari satu bab ilmu yang bakal diajarkan kepada masyarakat, maka baginya pahala 70 nabi.” Ini menunjukan Betapa pentingnya kita mencari/menuntut ilmu dengan ilmu kita akan berahlak, dengan ilmu segalanya mudah, maka dengan ilmu kita bisa membina kehidupan kita dengan keyakinan dan iman, sehingga kita tidak terjerumus kedalam hal-hal yang maksiat yang merugikan kita juga orang lain seperti kejadian yang kita alami sekarang ini, kita bisa lihat dan simak bersama, pembunuhan, perampokan, juga perkosaan,
semakin meluas hampir setiap menit terjadi bahkan setiap detik terjadi, menghilangkan nyawa seseorang tak lagi dipikirkan akibatnya, semua sudah gelap tak mampu membendung emosi dan keinginan walaupun harus menghilangkan nyawa seseorang, bahkan saudara dan anak kandungnya sekalipun, kita rasakan ternyata iman mereka tak lagi tertanam dihatinya tak ada lagi rasa takut akan akibatnya mereka berfikir hanya sepintas tanpa dibarengi ilmu dan iman, naudzu bilahi mindzalik.
Kalo kita perhatikan sekarang ini jarang sekali anak muda pergi ke majelis ilmu atau majelis zikir, jarang sekali anak muda sekarang atau orang sudah tua pun dekat atau bertukar pikiran dengan ustad, kyai atau ulama malah, sekarang ini mereka kalau bergaul dengan ustad, kyai atau ulama merasa gengsi malah mereka menertawakan kalau salah satu temannya dekat dengan ustad atau orang alim.
Nabi Saw Bersabda :
“Siapa duduk bersama orang alim 2 jam, atau makan bersama 2 suapan, atau memperhatikan nasehatnya 2 patah kata, atau berjalan bersamanya 2 langkah kaki, maka Allah memberinya 2 taman surga, setiap taman seluas 2 kali besarnya dunia (Misykatul Anwar)”. Jelas dari keterangan hadist tadi Allah sangatlah mengistimewakan orang alim yang mengamalkan ilmunya, Allah mengistimewakan orang alim yang dekat dengan mereka kata rosul tadi ganjaran/pahalanya besar sekali, tapi mereka malah lari, orang sekarang kalau dinasihati malah meledek, malah kalau ditegur mereka akan menjawab ”masing-masing aja tad!” jangan sok fanatik” Allahu akbar, “ia memang masing-masing tapi kalo elu masuk kuburan masaing-masing, gali kubur sendiri, solat sendiri kan tadi elu bilang masing-masing, begitu kan”!
coba kita pelajari nasehat mereka(alim ulama), kita praktekan nasehat ilmu mereka tentunya para ulama tadi/para ustad toh dia tidak mungkin menjerumuskan kita, dia menasehati kita berarti dia sayang pada kita bukan sok alim, sok fanatik, apalagi kalau kita meminta ilmu dan nasehatnya. Disuruh ibadah kepada yang masih muda dijawab “ah! Nanti saja sekarang masih ABG, masih muda nanti aja kalo dah tua” akhirnya tua juga belum eh malah keduluan malaikat mau jemput dia, jadi jangan kita mengabaikan nasehat dari mereka (orang alim).
Nabi saw bersabda :
“Kutanyakan pada jibril mengenai status ilmu, jawabnya : mereka sebagai pelita bagi umatmu didunia juga diakherat oleh karena itu beruntunglah orang yang mengenal dan memperhatikan nasehat mereka, sebaliknya celakalah orang yang menentang dan mengundang marah mereka”
Dari Ibnu Abas ra, Nabi Saw Bersabda :“Derajat ulama dibanding derajat orang mu’min, jauh lebih tinggi ulama, terpaut 700 derajat, padahal setiap derajat satu dengan lainnya berjarak 500 tahun perjalanan.”
Nabi Saw bersabda :
“sungguh Allah telah menciptakan kota dibawah arasy, pada pintu gerbang masuk tertulis “siapa berziarah kepada ulama sama dengan ziarah kepada nabi-nabi”.
Jelaslah dalam hadist-hadist diatas, sekarang kita janganlah bermalas-malasan lagi, jangan malu untuk bertanya, jangan malu untuk mendatangi majelis ilmu dan mendengarkan nasehatnya dan kita belajar menghormati dan menghargai ulama, ustad, kyai yang mengajarkan kita ilmu, baik itu dengan nasehat atau dengan hal-hal yang merubah ahlak dan sikap kita. Perkataan mereka adalah do’a perkataan mereka adalah nasehat penguat iman kita.
Nabi Saw bersabda :
“Mautul alimi mautul alima : meninggalnya seorang alim berarti binasanya alam semesta”.
Haluskanlah hati kita, lunakanlah hati kita dengan mendengarkan cerama/nasehat mereka agar kita selalu ingat akan hari akhir, agar kita mawas diri tidak terjerumus dalam hal-hal maksiat menghadapi kerasnya kehidupan sekarang ini jangana kita terlena oleh dunia yang akan membuat kita lupa. Ingatlah, bahwa hidup kita hanya sementara dan waktu yang berharga adalah waktu sekarang yang sedang kita jalani, jangan kita mencaci-maki orang alim atau meledek atau melalaikan kata-kata atau nasehat mereka(para ulama) karena kita gengsi bahwa kita orang yang lebih kaya harta dari para usta/ulama terus kita mengabaikan nasehat ilmu dari mereka, lembutkanlah hati kita dengan nasehat mereka jangan sampai hati kita keras dan sama sekali tidak bisa menerima nasehat-nasehat agama.
Didalam kitab kawasy dijelaskan, siapa mencaci maki, memfitnah orang alim dengan ucapan keji, atau menghina maka kufurlah ia, orang yang mencaci dan menghina orang alim.
Mudah-mudahan ceramah yang singkat mengenai kewajiban kita mencari ilmu dan menghormati ulama ini ada manfaatnya dan bisa mengkoreksi diri kita semoga ada tetap dijalan yang diridhoi Allah swt. Akhir kata marilah sebelum ajal datang kita tidak ada kata terlambat, manfaatkanlah waktu kita untuk menuntut ilmu, carilah ilmu walaupun ke negeri cina, hadist tadi menunjukan betapa pentingnya kita mencari ilmu walaupun tempat itu jauh kita harus berkorban menempuh demi keselamatan kita didunia dan akherat, jangan kita lari dari para ustad, kyai tegasnya para ulama, jangan kita menyia-nyiakan ilmu mereka, ataupun sama sekali kita tidak menanyakan ilmu mereka atau malah kita lari dari mereka karena akan ada masa dimana mereka lari dari para ulama, jangan sampai kita termasuk orang-orang yang lalai atau males kita sama-sama manfaatkan waktu kita. Wabilahi topik wal hidayah wassallamu allaikum wr wb.

Al Ustadz Anwar s